Ini sebuah pencapaian yang cukup berharga dalam hidupku, meski bukan hal yang besar namun dengan adanya Mas dalam hidup Ade, mampu merubah sedikit demi sedikit kehidupanku yang monoton dan banyak diamnya menjadi sosok anak yang mau bercerita tentang hal-hal kecil yang ku alami. seperti tadi saat melakukan video call bersama Ibu, mas yang menyuruhku untuk menceritakan pengalaman gagalku saat membuat brownis gosong. iya gosong karena kelamaan memasang waktu. Ibu yang mendengarnya tetap menjadi ibu yang baik sebagai pendengar, hanya memaklumi dan menyemangati, dengan kegagalan kita bisa belajar dan kemudian memperbaikinya. 

Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. 

... 

"BERCERITA"

Sesuatu yang simple, namun jarang kulakukan kepada keluargaku sendiri, termasuk mama. Biasanya aku hanya menceritakan hal-hal yang basic saja, seperti menanyakan bagaimana kabar dan kangen masakan rumah, selebihnya aku terbiasa untuk tidak bercerita apapun, sesakit bahkan sesulit apapun aku di perantauan semuanya aku simpan sendiri. Namun belakangan aku sudah mulai bisa menceritakan hal-hal yang berkesan dalam hidupku, sekadar memberi tahu. Respon mama pun ya sewajarnya saja, mama memang kurang tertarik chat, mungkin besok-besok aku bisa bercerita lewat telepon.

Bagi sebagian orang tentunya akan menganggap bahwa bercerita kepada ibu merupakan hal basic yang selayaknya dilakukan oleh anak terhadap orang tuanya. Namun tidak semua anak memiliki keberanian yang sama, bagi mereka yang jarang bercerita kepada orang tua tentunya memiliki alasan masing-masing. Jadi tetap menghargai pilihan masing-masing ya dan cobalah melihat dari sudut pandang yang luas.