Lagi-lagi tentang diam ya,
berharap kali ini aku tidak di nasehati terkait mengapa aku diam. Tapi pernahkan kamu berpikir mengapa seseorang memilih untuk diam dibandingkan mengungkapkan apa yang dia rasakan, dia alami atau sekadar menjelaskan perasaan yang tengah terjadi?
Bukan hanya terbiasa tidak bercerita, namun mungkin saja ada luka yang pernah terjadi pada saat seseorng memberanikan dirinuntuk speak up dan membicarakan apa yang dia rasakan. luka-luka kecil itu memberinya ruam yang kemudian melebar. Pilihan untuk diam cukup memberinya posisi aman, seolah tidak ada yang pernah terjadi sebelumnya.